Kamis, 16 Juni 2011

Scan virus melalui usb flasdisk

Ada tidaknya virus pada
PC bisa dideteksi dengan
aplikasi virus portabel
yang ada di flash disk
(UFD). Berguna untuk
mengamankan UFD dari
virus dan membasmi
virus.
Komputer bisa terinfeksi
virus lewat USB flash disk
(UFD). Tapi, dari mana
virus di UFD itu berasal.
Dari komputer yang
sudah terinfeksi,
tentunya. Contohnya
komputer-komputer di
warnet-warnet. Jadi,
cegah juga masuknya
virus ke dalam UFD.
Caranya adalah dengan
memindai komputer yang
hendak dicoloki UFD.
Kita bisa menjalankan
antivirus yang portable—
antivirus yang disimpan
di UFD, tak perlu diinstal
di komputer untuk bisa
berjalan. Dengan
antivirus itu, komputer
akan dipindai. Hmm …
memang, tidak butuh
waktu yang sedikit,
apalgi kalau komputer
memiliki file yang sangat
banyak. Tetapi, memang
seperti itulah kenyataan
dalam dunia TI—
kenyamanan berbanding
terbalik dengan
keamanan.
Yang kita butuhkan
adalah antivirus
portable, seperti
AntivirX, ClamWin yang
bisa diunduh dari
www.clamwin.com. Kita
juga perlu membuat
sebuah file yang jalan
otomatis ketika UFD
dicolok. File itu akan
menjalankan antivirus
yang ada di UFD. Ini
mirip dengan file jalan
otomatis yang sering
terdapat pada CD
instalasi program.
Buka Notepad dan
ketikkan baris-baris
perintah berikut ini.
[autorun]
Open=antivirus.exe
Action=Open Anti Virus
Portable!
Icon=icon.ico
Label=Your_Name
Kalau sudah, simpan
dengan nama
autorun.inf. Agar tidak
jadi file TXT, ubah Save
as Type menjadi [All
Files].
Berikut ini adalah
penjelasan ringkas
mengenai perintah-
perintah dalam file
autorun.inf tadi.
Perintah “Open” adalah
perintah untuk membuka
antivirus tersebut.
Perintah Open diikuti
dengan file yang
menjalankan antivirus.
Jadi, ganti
“antivirus.exe” di
perintah itu dengan
nama file antivirus yang
digunakan. Misalnya,
nama file antivirusnya
“ antivirx.exe” maka
perintah tersebut
menjadi
“ Open=clamwin.exe”.
Nah, kalau file itu berada
di dalam folder lain —
misalnya folder AntivirX
1.0, perintah itu berubah
menjadi “Open=AntivirX
1.0-clamwin.exe”.
Perintah
“ Action”berguna untuk
menampilkan kalimat
pada kotak dialog ketika
antivirus akan
dijalankan. Kalimat yang
mengikuti perintah ini
boleh diganti dengan
kata-kata lain.
Perintah “Icon” berfungsi
untuk mengganti ikon
standar UFD yang tampil
pada Windows Explorer.
Enggak ada fungsi khusus
yang berkaitan dengan
antivirus, ikon itu cuma
mempercantik saja.
Tentu saja file ikon harus
ada juga di UFD. Nama
file yang pada contoh
“ icon.ico” diganti sesuai
dengan nama file ikon
yang digunakan.
Terakhir, perintah
“ Label” berfungsi ntuk
memberikan nama dari
pada UFD. Sama seperti
perintah “Icon”, perintah
ini juga enggak ada
hubungannya dengan
usaha pencegahan
masuknya virus.
Atribut file autorun.inf
itu baiknya dibuat
menjadi “Read-Only”–
cuma bisa dibaca, tidak
bisa diubah-ubah. Kalau
tidak bisa diubah, berarti
virus tidak akan bisa
memodifikasi file
tersebut. Caranya begini,
klik kanan file itu, lalu
klik [Properties]. Pada
bagian Attributes, beri
tanda centang pada
[Read-Only].
Berikut ini adalah
penggunaan UFD untuk
mendeteksi virus yang
ada pada komputer.
1. Masukkan UFD namun
jangan membuka flash
disk pada komputer. UFD
belum dibuka, virus
dalam komputer tidak
akan masuk ke dalam
flash disk atau
sebaliknya.
2. Jalankan fungsi jalan
otomatis dengan
mengklik tombol [OK]
pada kotak dialog yang
muncul. Antivirus
portabel yang ada pada
UFD akan berjalan.
3. Scan virus pada
komputer, khususnya
pada C:-Windows-
System32.
4. Kalau ada antivirus
melaporkan adanya
virus, jangan ragu,
komputer itu memang
bervirus.
5. Selanjutnya silakan
bersihkan komputer itu.
Kalau tidak, yah cabut
saja buru-buru UFD yang
dicolok.
Caption:
1. File autorun.inf yang
akan menjalankan
antivirus secara otomatis
berisi baris-baris
perintah seperti tampak
pada gambar.
2. Ketika dijalankan,
muncul sebuah pilihan
dengan teks seperti yang
dimasukkan pada baris
perintah “Action”. Pilih
itu dan klik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DESAIN RUMAH UKURAN 17 METER x 7.5 METER

Lihat di youtube Klik disini/